Bencana alam kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Longsor dan banjir besar yang terjadi pada Rabu malam menyebabkan empat warga meninggal dunia dan ribuan kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapteng sejak sore memicu tebing longsor dan air sungai meluap ke permukiman penduduk. Beberapa desa langsung terendam, sementara akses jalan terputus akibat material tanah dan batu yang menutup badan jalan.
Empat Korban Jiwa dan Banyak Warga Mengungsi
Tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi warga dari lokasi terdampak. Mereka menemukan empat korban meninggal akibat tertimbun longsor dan terseret arus banjir. Hingga pagi hari, proses pencarian masih berlanjut karena laporan warga menyebutkan adanya beberapa orang yang belum ditemukan.
BPBD Tapanuli Tengah mencatat lebih dari 2.000 kepala keluarga harus meninggalkan rumah mereka. Para pengungsi kini berkumpul di balai desa, sekolah, dan rumah ibadah yang dijadikan lokasi evakuasi sementara.
Kerusakan Infrastruktur dan Akses Jalan Terputus
Bencana ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak berbagai fasilitas umum. Sejumlah jembatan rusak parah, jaringan listrik padam di beberapa titik, dan akses menuju desa-desa terpencil terputus total.
Petugas terus berupaya membuka jalur yang tertutup material longsor agar bantuan logistik bisa masuk. Beberapa alat berat sudah dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.
Pemerintah Daerah Salurkan Bantuan Darurat
Pemerintah Kabupaten Tapteng langsung menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, tenda, obat-obatan, dan air bersih. Bupati Tapteng menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan evakuasi warga dan penanganan korban luka.
Pemerintah provinsi dan pusat juga menyatakan siap membantu jika kebutuhan logistik bertambah atau kondisi diperparah oleh cuaca ekstrem.
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
BMKG memperingatkan bahwa wilayah Sumatera Utara masih berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga di daerah rawan longsor diminta tetap waspada dan tidak kembali ke rumah sampai kondisi benar-benar aman.
Bencana ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai yang berisiko tinggi terdampak cuaca ekstrem.






